Panglima Beram Dengar Dandim Makassar Diduga Pesta Sabu | 303AGENT.COM
Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti Dandim 1408 BS/1408 Makassar diringkus oleh Unit Polisi Militer (POM). Ia diduga tengah berpesta sabu dgn sekian banyak rekannya di suatu hotel di Makassar.
Menyikapi factor tersebut, Kepala Instansi Penerangan Angkatan Darat (Kadispen AD), Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah menyampaikan pihaknya menyesali tingkah laku perwira tersebut dimana deretan TNI AD tengah gencar memerangi narkoba.Ini jadi salah satu yg kita sesalkan
Tabiat yg dicontohkan Kolonel Jefri, kata Sabrar, merupakan sesuatu yg tak layak buat satu orang perwira menengah, apalagi berpangkat kolonel & menduduki jabatan strategis yang merupakan Komandan Kodim yg membawahi sekian banyak kota gede.
"Apa yg dilakukan ia itu sesuatu yg tak layak, terlebih TNI sedang gencar-gencarnya memberantas narkotika," tegas Sabrar.Terkait bersama sanksi hukuman, TNI AD bakal patuh kepada aturan yg berlaku. Tetapi dijamin hukuman dijatuhkan lewat mekanisme hukum militer.
"Akan kita tindak tegas tepat apa yg dikatakan Panglima TNI," kata Sabrar.
Disinggung sanksi pemecatan, Sabrar mengemukakan bahwa sanksi tersebut bergantung dari hasil sensor."Kalau pemecatan itu hukuman penambahan dari militer, namun itu mampu menjadi pertimbangan," ucap Sabrar.Dulu, respons TNI AD & Panglima terkait kasus ini?
"Beliau kecewa & beram & meminta proses cocok hukuman yg berlaku. TNI berkomitmen kepada pemberantasan & bahaya narkoba," tegas Sabrar.
Digerebek di Hotel
Pengerebekan dipimpin segera oleh Kepala Staf Kodam VII Wirabuana, Brigadir Jenderal TNI Supartodi, meraih berita bahwa ada oknum TNI yg diduga melaksanakan pesta narkoba di hotel tersebut, Selasa 5 April 2016.
Sesudah tiba di ruangan yg dilaporkan, tim menemukan Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti, Dandim 1408 BS/1408 Makassar, dengan sekian banyak rekannya diduga sedang pesta narkoba.
"Dandim Makassar positif memakai narkoba dikala dilakukan tes urine," tutur Kepala Staf Kodam VII Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi, via telephone.
Dihubungi terpisah via telephone, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Rabu (6/4/2016), menyampaikan aktivitas penggerebekan yg dilakukan tersebut salah satu upaya yg dilakukan Kodam VII Wirabuana pas perintah Panglima TNI supaya dilaksanakan operasi intensif.
"Tujuannya terang biar anggota TNI bebas narkoba," kata Agus.
Tentang sanksi yg dapat dijatuhkan pada Dandim nantinya, Agus mengemukakan pihaknya sementara menunggu hasil sensor. "Kita tunggu hasil sensor dahulu," ucap Agus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar